RAHMAWAN, MOCH YUDA (2025) PENERAPAN PEMBELAJARAN KOLABORATIF UNTUK MEMBENTUK KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA BERNALAR KRITIS PADA PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 1 RENGEL. Sarjana (S1) thesis, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri.
Cover.pdf
Download (555kB)
Awalan.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Download (712kB)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (837kB) | Request a copy
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (689kB) | Request a copy
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (719kB) | Request a copy
BAB V.pdf
Download (550kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (672kB)
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
SMA Negeri 1 Rengel merupakan salah satu lembaga yang sudah menerapkan kurikulum merdeka belajar. Kebijakan baru inilah yang menjadi fokus penelitian, karena penting dalam pengembangan karakter yaitu pada profil pelajar pancasila. Khususnya pada dimensi bernalar kritis melalui kegiatan pembelajaran kolaboratif. Kaitannya dengan profil pelajar Pancasila diatas, maka penerapan kegiatan inilah yang dianggap cocok dan tepat dalam implementasinya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan, hasil, faktor pendukung dan penghambat dalam penanaman karakter profil pelajar Pancasila bernalar kritis pada peserta didik melalui kegiatan pembelajaran kolaboratif di SMA Negeri 1 Rengel.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan jenis penelitian lapangan atau field research. Data diperoleh dari kegiatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah waka kurikulum, guru PAI, dan peserta didik SMA Negeri 1 Rengel. Analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil sebagai berikut: (1) Langkah-langkah model kolaboratif dapat digambarkan sebagai berikut: Guru merancang pembelajaran, mempertimbangkan dan menetapkan target pembelajaran yang ingin dicapai oleh guru sesuai dengan tuntutan materi pembelajaran, Guru merancang lembar observasi kegiatan siswa dalam belajar secara bersama-sama dalam kelompok-kelompok kecil. (2) Peserta didik mampu memperoleh dan memproses gagasan atau informasi, mampu menganalisis dan mengevaluasi penalaran, serta mampu merefleksi dan mengevaluasi pemikiran. Dengan demikian pola berpikir kritis peserta didik dapat terbentuk. (3) Faktor pendukung internal berasal dari motivasi dan kesiapan pada peserta didik, kemampuan guru dalam memfasilitasi pembelajaran kolaboratif, dan kurikulum yang relevan. Faktor eksternal berasal dari dorongan guru, orang tua, teman sejawat, dan lingkungan peserta didik. Sedangkan faktor penghambat Internal berasal dari kurangnya motivasi belajar peserta didik dalam berdiskusi dan bertukar pendapat antar peserta didik. Faktor eksternal berasal dari keterbatasan waktu dan kurangnya bimbingan pada peserta didik.
