MUSTAQIM, BAGUS ROJULUL (2026) PEMANFAATAN LIMBAH PELEPAH SALAK DAN SERBUK KAYU DENGAN PEREKAT MOLASE SEBAGAI BAHAN BAKU BIO-BRIKET. Sarjana (S1) thesis, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri.
COVER.pdf
Download (263kB)
AWALAN.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Download (245kB)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (769kB) | Request a copy
BAB V.pdf
Download (232kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (315kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Limbah pelepah salak dan serbuk kayu merupakan biomassa yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku bio-briket untuk mengurangi penumpukan limbah dan menyediakan bahan bakar alternatif terbarukan. Pelepah salak mengandung komponen lignoselulosa yang dapat dikonversi menjadi arang, sedangkan serbuk kayu memiliki kandungan karbon dan potensi energi yang mendukung pembakaran. Kombinasi kedua bahan tersebut berpeluang menghasilkan bio-briket dengan karakteristik energi, pembakaran, dan kekuatan fisik yang lebih seimbang. Namun, kajian mengenai kombinasi arang pelepah salak dan arang serbuk kayu dengan perekat molase tetap sebesar 20% masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses pembuatan bio-briket, menganalisis pengaruh variasi komposisi bahan baku terhadap karakteristiknya, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan parameter SNI 01-6235-2000 yang diuji. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan sembilan variasi, yaitu P1–P9. Komposisi arang pelepah salak divariasikan dari 80% hingga 0%, sedangkan arang serbuk kayu dari 0% hingga 80%, dengan molase sebesar 20% pada setiap perlakuan. Bio-briket dibuat melalui karbonisasi, penghalusan, pengayakan, pencampuran, pencetakan, dan pengeringan. Parameter pengujian meliputi nilai kalor, kadar air, kadar abu, nilai tekan, dan laju pembakaran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perubahan komposisi bahan baku menghasilkan perbedaan karakteristik pada setiap variasi bio-briket. P5 menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 5.431,4 kal/g dan nilai tekan 0,956 MPa, tetapi kadar abunya mencapai 12,50% sehingga belum memenuhi SNI. P9 menghasilkan nilai kalor 5.088,0 kal/g, kadar air 2,48%, kadar abu 6,79%, nilai tekan 0,319 MPa, serta laju pembakaran 0,125 g/menit dengan waktu pembakaran 67,57 menit. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai kalor yang tinggi belum selalu diikuti oleh kesesuaian seluruh parameter mutu. P9 menjadi satu-satunya variasi yang memenuhi seluruh parameter SNI yang diuji sehingga ditetapkan sebagai variasi terbaik, meskipun kekuatan mekaniknya masih perlu ditingkatkan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | bio-briket, pelepah salak, serbuk kayu, molase, energi biomassa. |
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 660 Teknik kimia > 662 Teknologi bahan peledak, bahan bakar, dan produk terkait |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Mesin |
| Depositing User: | Unnamed user with email 221401025@students.unugiri.ac.id |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 08:54 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 08:54 |
| Contributors (Pembimbing / Pengarah): | Contribution Name NIDN Thesis advisor SULISTIAWAN, AGUS NIDN0724099101 Thesis advisor AZHARY, TAUFIK NIDN0728019502 |
| URI: | https://repository.unugiri.ac.id:8443/id/eprint/11210 |
