Analisis Ijarah Terhadap Penetapan Upah Tambahan ‎Waktu Kerja Pada Sewa Jasa Videografi Kispro ‎Multimedia

Aminudin, M Al Farid (2026) Analisis Ijarah Terhadap Penetapan Upah Tambahan ‎Waktu Kerja Pada Sewa Jasa Videografi Kispro ‎Multimedia. Sarjana (S1) thesis, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (190kB)
[thumbnail of AWALAN.pdf] Text
AWALAN.pdf

Download (636kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (440kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (430kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (718kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (406kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (356kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (316kB)
[thumbnail of LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (657kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik penambahan waktu ‎kerja (overtime) melampaui durasi awal (3–4 jam) pada dokumentasi acara oleh ‎Kispro Multimedia Bojonegoro, di mana akad lisan awal melalui media daring ‎tidak memuat klausul kompensasi lembur. Kondisi ini memicu ketidakpastian ‎‎(gharar) bagi kru (ajir) serta ketidaktahuan (jahalah) bagi klien (musta'jir) yang ‎berpotensi menimbulkan ketidakadilan (zulm). Penelitian ini bertujuan untuk ‎mendeskripsikan secara mendalam praktik penetapan upah tambahan waktu kerja ‎di Kispro Multimedia serta menganalisis kesesuaiannya berdasarkan perspektif ‎Teori Akad dan Teori Ijarah Al-A'mal.‎
‎ ‎ Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) kualitatif ‎dengan pendekatan yuridis-empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara ‎semiterstruktur bersama pemilik, kru, dan klien Kispro Multimedia yang dipilih ‎melalui purposive sampling, sedangkan data sekunder didapatkan melalui studi ‎dokumentasi berupa invoice baku dan riwayat komunikasi para pihak. Analisis ‎data dilakukan secara interaktif meliputi kondensasi data, penyajian data, serta ‎penarikan kesimpulan. ‎
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penetapan upah tambahan ‎waktu kerja dilakukan secara informal dan mendadak di lokasi acara tanpa standar ‎perhitungan baku, sehingga nilai kompensasi bersifat tidak pasti bahkan nihil pada ‎relasi jangka panjang. Ditinjau dari hukum Islam, akad awal dinyatakan sah, ‎namun mekanisme penetapan ujrah tambahan atas overtime ditemukan belum ‎sesuai dengan prinsip-prinsip teori ijarah.‎
Ketidaksesuaian tersebut terjadi karena melanggar ketentuan spesifikasi ‎manfaat kerja tambahan yang tidak jelas (jahalah) sejak awal, penetapan upah ‎lembur tidak transparan melainkan ditentukan sepihak secara situasional, serta ‎mengabaikan prinsip keadilan kontraktual (an-taradhin). Problem hukum syariah ‎ini secara mendasar bersumber dari ketiadaan klausul overtime yang eksplisit ‎dalam sighat akad awal.

Item Type: Thesis (Sarjana (S1))
Uncontrolled Keywords: Akad Ijarah al-A'mal, Overtime, Ujrah Tambahan, Gharar, Teori Ijarah.‎
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 330 Ekonomi > 332 Ekonomi keuangan
Divisions: Fakultas Syari'ah dan Adab > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: M Al Farid Aminudin
Date Deposited: 11 Aug 2026 03:49
Last Modified: 11 Aug 2026 03:49
Contributors (Pembimbing / Pengarah):
Contribution
Name
NIDN
Thesis advisor
Shidiq, Agus Sholahudin
NIDN‎2117087701‎
Thesis advisor
Cahyono, Eko Arief
NIDN2101018801‎
URI: https://repository.unugiri.ac.id:8443/id/eprint/11064

Actions (login required)

View Item
View Item