NITI, NITI (2026) IMPLEMENTASI METODE DIGITAL STORYTELLING DALAM PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA MENGATASI TEMPER TANTRUM PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK DHARMA WANITA NGUMPAKDALEM DESA NGUMPAKDALEM KECAMATAN DANDER KABUPATEN BOJONEGORO. Sarjana (S1) thesis, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri.
COVER.pdf
Download (210kB)
AWALAN.pdf
Download (773kB)
BAB I.pdf
Download (318kB)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (352kB) | Request a copy
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (223kB) | Request a copy
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (400kB) | Request a copy
BAB V.pdf
Download (190kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (269kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
tantrum pada anak usia 5–6 tahun di TK Dharma Wanita Ngumpakdalem, seperti menangis, berteriak, marah, merajuk, dan sulit mengendalikan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode digital storytelling dalam pembelajaran, kondisi temper tantrum anak sebelum dan sesudah penerapan metode tersebut, serta efektivitasnya dalam mengurangi perilaku temper tantrum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas, dan orang tua/wali murid. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode digital storytelling diterapkan secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan memanfaatkan media digital seperti video animasi, gambar, audio, dan proyektor. Sebelum penerapan metode ini, anak sering menunjukkan perilaku temper tantrum dan kesulitan mengendalikan emosi. Setelah diterapkan, anak menjadi lebih tenang, lebih sabar, lebih mudah diarahkan, mampu mengungkapkan perasaannya dengan baik, serta frekuensi perilaku temper tantrum mengalami penurunan. Selain itu, anak terlihat lebih antusias dan aktif selama proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode digital storytelling efektif dalam membantu mengurangi perilaku temper tantrum pada anak usia 5–6 tahun di TK Dharma Wanita Ngumpakdalem serta mendukung perkembangan sosial emosional anak.
